Kamis, 25 November 2010

nubes mollis sculpture *

Awan adalah kumpulan tetesan air (kristal-kristal es) di dalam udara di atmosfer yang terjadi karena adanya pengembunan/pemadatan uap air yang terdapat dalam udara setelah melampaui keadaan jenuh (Bintarto, 2004). Kondisi awan dapat berupa cair, gas, atau padat karena sangat dipengaruhi oleh keadaan suhu.



Pembagian awan yang ada sekarang ini adalah hasil kongres internasional tentang awan yang diadakan di Munchen tahun 1802 dan Uppsala (Swedia) tahun 1894.
Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut.

Awan tinggi, terdapat pada ketinggian antara 6 km – 12 km.
awan ini selalu terdiri dari kristal-kristal es karena ketinggiannya.
Awan yang tergolong awan tinggi yaitu:

1) Cirrus (Ci): Awan ini halus, dan berstruktur seperti serat,
berbentuk seperti bulu burung. Sering tersusun seperti pita
yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu
pada satu atau dua titik pada horizon,
dan sering terdapat kristal es.
Awan ini tidak menimbulkan hujan.

2) Cirro Stratus (Ci-St): Bentuknya seperti kelambu putih
yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga tampak cerah,
atau terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur.
Awan ini sering menimbulkan terjadinya hallo (lingkaran yang bulat)
yang mengelilingi matahari atau bulan. Biasanya terjadi pada musim kering.

3) Cirro Cumulus (Ci-Cu): Awan ini terputus-putus dan penuh
dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti
segerombolan domba dan sering dapat menimbulkan bayangan.

Awan menengah, terdapat pada ketinggian antara 3 – 6 km.
awan yang tergolong awan menengah yaitu:
1) Alto Cumulus (A-Cu): Awan ini kecil-kecil,
tetapi banyak. Biasanya berbentuk seperti bola
yang agak tebal berwarna putih sampai pucat dan
ada bagian yang kelabu. Awan ini bergerombol
dan sering berdekatan sehingga tampak saling bergandengan.

2) Alto Stratus (A-St): Awan ini bersifat luas dan tebal.
Warna awan alto stratus adalah kelabu,
sehingga pada matahari dan bulan akan tampak terang.

Awan rendah, terdapat pada ketinggian kurang dari 3 km.
awan yang tergolong awan rendah yaitu:
1) Strato Cumulus (St-Cu): Awan ini bentuknya
seperti bola-bola yang sering menutupi seluruh langit
sehingga tampak seperti gelombang di lautan.
Lapisan awan ini tipis sehingga tidak menimbulkan hujan.

2) Stratus (St): Awan yang rendah dan sangat luas,
tingginya di bawah 2000 m. lapisannya melebar seperti kabut
dan berlapis-lapis. Antara kabut dan awan stratus
pada dasarnya tidak berbeda.

3) Nimbo Stratus (Ni-St): Awan ini bentuknya tidak menentu,
tepinya compang-camping tak beraturan.
Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan hujan gerimis saja.
Awan ini berwarna putih kegelapan dan penyebarannya
di langit cukup luas.

Awan yang terjadi karena udara naik,
terdapat pada ketinggian antara 500 m – 1500 meter.
1) Cumulus (Cu): Merupakan awan tebal dengan puncak-puncak
yang agak tinggi, terbentuk pada siang hari
karena udara yang naik. Kalau berhadapan dengan matahari
akan kelihatan terang dan apabila yang memperoleh sinar
hanya sebelah saja akan menimbulkan bayangan
yang berwarna kelabu.

2) Cumulo Nimbus (Cu-Ni): Awan ini dapat menimbulkan hujan
dengan kilat dan guntur. Awan ini bervolume besar,
posisinya rendah dengan puncak yang tinggi
sebagai menara atau gunung dan puncak melebar,
sehingga merupakan awan yang tebal.
Biasanya, di atas awan Cumulo-Nimbus
terdapat awan Cirro-Stratus.
Hal ini sering terjadi pada waktu angin ribut.



awan asa minggu,
Novembre 02`08


,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar